Program OESENA SIAGA BENCANA - PLN UIW NTT

Tentang Program OESENA SIAGA BENCANA - PLN UIW NTT

Desa Oesena merupakan wilayah dengan kondisi geografis berbukit dan tingkat kemiringan lereng yang tinggi, sehingga sangat rentan terhadap bencana longsor. Struktur tanah yang labil, meningkatnya curah hujan, serta berkurangnya tutupan vegetasi menyebabkan risiko longsor terus meningkat dari waktu ke waktu. Dampak longsor tidak hanya merusak lahan pertanian dan akses jalan desa, tetapi juga mengancam keselamatan rumah-rumah warga. Pada tahun 2021, saat Cyclone Seroja melanda NTT, longsor menyebabkan kerusakan rumah, sekolah, dan gereja di Dusun 2 dan Dusun 3. Sebanyak 49 kepala keluarga harus mengungsi akibat keretakan tanah dan ancaman longsor susulan.

             Meskipun pemerintah telah menyiapkan lokasi relokasi, sebagian besar warga belum bersedia berpindah karena keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar seperti listrik, air bersih, lahan pertanian, pendidikan, dan layanan kesehatan. Selain itu, masyarakat juga memiliki keterikatan sosial dan budaya yang kuat terhadap wilayah tempat tinggal mereka. Melalui Program Oesena Siaga Bencana, kolaborasi antara PLN Peduli dan Yayasan JPM menghadirkan upaya terpadu untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan ketahanan masyarakat terhadap risiko longsor.

Program ini berfokus pada:

  • Edukasi dan pelatihan kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat.

  • Penguatan kapasitas warga dalam menghadapi situasi darurat.

  • Upaya mitigasi lingkungan melalui perlindungan kawasan rawan longsor dan penghijauan.

  • Pendampingan masyarakat untuk membangun sistem tanggap bencana berbasis komunitas.

  • Mendorong terciptanya lingkungan yang lebih aman dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Oesena.

Melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis masyarakat, Program Oesena Siaga Bencana diharapkan mampu mengurangi risiko bencana sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan lingkungan di Desa Oesena.

PLN UIW NTT bersama Yayasan Jaringan Peduli Masyarakat melalui program Oesena Siaga Bencana